Indonesia′s Leading Integrated EPC & Investment Company

Email This  Print This

Laporan Dewan Komisaris


Pemegang saham dan para pemangku kepentingan lainnya yang kami hormati,

Bersama ini kami sampaikan laporan pelaksanaan tugas pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi selama tahun 2017. Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris telah dilaksanakan sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan. Dewan Komisaris telah memastikan bahwa kegiatan operasional Perseroan telah mengacu kepada rencana bisnis yang telah ditetapkan, dikelola secara profesional, sesuai dengan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya, serta memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan dan perundangundangan yang berlaku.

Dalam laporan ini Dewan Komisaris melaporkan penilaian terhadap kinerja Direksi, pengawasan terhadap implementasi strategi Perseroan, pandangan atas prospek usaha yang disusun oleh Direksi, penerapan Good Corporate Governance, penilaian atas komite penunjang Dewan Komisaris, perubahan komposisi Dewan Komisaris dan frekuensi dan cara pemberian nasihat kepada anggota Direksi.

PENILAIAN ATAS KINERJA DIREKSI

Dewan Komisaris memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Direksi atas pencapaian kinerja Perseroan yang sangat baik di 2017. Dewan Komisaris berpendapat bahwa Direksi telah mampu menghadapi tantangan perekonomian dan industri dan mampu menangkap peluang yang ada. Oleh karena itu, dalam melakukan penilaian atas kinerja Direksi, kondisi perekonomian dan industri merupakan salah satu pertimbangan yang digunakan oleh Dewan Komisaris.

Analisis Perekonomian dan Industri

Sejalan dengan membaiknya perekonomian global, perekonomian Indonesia telah mengalami peningkatan pertumbuhan, dari 5,03% pada tahun 2016 menjadi 5,07% pada tahun 2017. Laju inflasi cukup terkendali dengan baik yaitu sebesar 3,6%, masih dalam rentang target inflasi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) sebesar 4±1%. Surplus neraca perdagangan juga mengalami peningkatan, yaitu mencapai USD12 miliar sepanjang tahun 2017, lebih besar dibandingkan surplus neraca perdagangan sepanjang tahun 2016 yang sebesar USD9,4 miliar.

Membaiknya perekonomian dunia dan nasional telah mendukung penguatan di industri konstruksi, khususnya dalam rangka memenuhi tujuan strategis pembangunan infrastruktur. Pemerintah telah memberikan dukungan guna mempercepat penyediaan infrastruktur, baik dari dukungan dana, menciptakan iklim investasi yang kondusif maupun dalam upaya mengurangi beban birokrasi dan memperlancar proses administrasi di proyek infrastruktur.

Peluang yang ada dalam perekonomian nasional, khususnya dalam industri konstruksi di tahun 2017 telah ditangkap dengan baik oleh Perseroan yang tercermin dari pencapaian kinerja Perseroan sebagai berikut.

Kinerja Operasional dan Keuangan

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. memiliki lini bisnis yang paling lengkap dibandingkan beberapa kompetitor lainnya. Hal tersebut dibuktikan melalui diversifikasi bisnis yang dimiliki oleh berbagai entitas anak dan entitas asosiasi Perseroan yang sangat beragam dan senantiasa bersinergi untuk mendukung kinerja Perseroan. Kemampuan operasional yang unggul membuat Perseroan saat ini dipercaya untuk mengerjakan beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN), seperti Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Jalan Tol Soreang-Pasir Koja, Bendungan Paselloreng dan sebagainya. Perseroan juga dikenal memiliki keunggulan di bidang teknologi dan inovasi, yang dibuktikan dengan kemampuan dalam menggarap berbagai proyek berteknologi tinggi seperti Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), dan Simpang Susun Semanggi. Seluruh keunggulan tersebut ditopang dengan profil keuangan yang sehat yang tercermin dari rating yang diberikan oleh lembaga rating seperti Fitch Rating dan Pefindo yang menempatkan Perseroan dengan level rating tertinggi di industri. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk memperoleh rating AA(idn) dari Fitch National, BB dari Fitch International, idA+ dari Pefindo dan Ba2 dari Moody’s International.

Selama tahun 2017, Perseroan telah berhasil meningkatkan pendapatan di hampir semua segmen yang dimiliki. Pendapatan segmen infrastruktur dan gedung di tahun 2017 mencapai Rp17,39 triliun, meningkat sebesar 132,44%, dari tahun 2016 sebesar Rp7,48 triliun. Sementara itu pendapatan segmen industri mencapai Rp5,01 triliun meningkat sebesar 47,96% di bandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp3,38 triliun. Sedangkan pendapatan segmen energi dan industrial plant mencapai Rp4,03 triliun, meningkat 16,97% di bandingkan tahun 2016 sebesar Rp3,44 triliun. Pertumbuhan ketiga segmen operasi Perseroan telah berhasil meningkatkan total pendapatan sebesar 67,06% di 2017.

Peningkatan kinerja operasional di 2017 telah berdampak pada peningkatan aset dan laba Perseroan. Aset Perseroan mengalami peningkatan sebesar 45,70%, sedangkan laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk mengalami peningkatan sebesar 13,52% di 2017.

Tingkat Kesehatan Perseroan

Tingkat kesehatan Perseroan yang diukur berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: 100/MBU/2002 menunjukkan bahwa secara keseluruhan realisasi skor tingkat kesehatan Perseroan pada tahun 2017 adalah sebesar 83,00 dengan kualifikasi AA dan SEHAT. Pengukuran tersebut didasarkan pada kinerja Perseroan yang meliputi aspek operasional, keuangan dan administrasi.

PENGAWASAN TERHADAP IMPLEMENTASI STRATEGI PERSEROAN

Selama tahun 2017, Dewan Komisaris telah melaksanakan pengawasan terhadap jalannya pengelolaan Perseroan yang dilakukan oleh Direksi dan memberikan nasihat kepada Direksi mengenai Rencana Jangka Panjang Perseroan, Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan, serta Ketentuan Anggaran Dasar dan Keputusan RUPS, serta Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan.

Pengawasan terhadap implementasi strategi Perseroan dilaksanakan dengan melakukan Evaluasi Hasil Usaha Perseroan dan Laporan Progress Kinerja per Direktorat secara periodik, yaitu 1 (satu) bulan sekali. Di samping itu, Dewan Komisaris juga senantiasa memonitor perkembangan (progress) pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) secara periodik (bulanan). Hal tersebut dilakukan dalam rangka memastikan bahwa strategi Perseroan telah dilaksanakan dengan baik.

PANDANGAN ATAS PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Dewan Komisaris senantiasa mengevaluasi kemajuan praktik penerapan Good Corporate Governance (GCG). Hal ini dikarenakan bahwa implementasi GCG merupakan suatu syarat kunci dalam mencapai kinerja Perseroan yang berkelanjutan. Dewan Komisaris berpendapat bahwa penerapan GCG telah dilaksanakan dengan sangat baik. Hal ini ditunjukkan dari hasil self assessment yang telah dilakukan di tahun 2017. Pelaksanaan GCG self assessment yang dilaksanakan berdasarkan Keputusan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara Nomor: SK-16/S.MBU/2012 tanggal 6 Juni 2012 tentang Indikator/Parameter Penilaian dan Evaluasi atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) pada BUMN menunjukkan hasil skor sebesar 94,93 yang berarti bahwa penerapan GCG Perseroan sangat baik.

Di samping itu, Dewan Komisaris juga memperhatikan beberapa isu kunci dalam penerapan GCG seperti manajemen risiko, penerapan whistleblowing system, dan corporate social responsibility. Berikut pandangan Dewan Komisaris terhadap penerapan manajemen risiko, whistleblowing system, dan corporate social responsibility di Perseroan.

Manajemen Risiko

Pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris terhadap efektivitas manajemen risiko dilakukan melalui pelaksanaan tugas Komite Audit yang salah satu tugasnya adalah melakukan penelaahan terhadap aktivitas pelaksanaan manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi. Saat ini, manajemen risiko telah menggunakan kerangka kerja ISO 31000:2009 yang telah dilaksakan secara efektif sejak 2014.

Namun demikian, pada prosesnya masih diperlukan beberapa perbaikan untuk meningkatkan ketajaman dalam pengelolaan manajemen risiko Perseroan. Perbaikan tersebut antara lain sebagai berikut:

  1. Peningkatan kompetensi dan sertifikasi PIC manajemen risiko hingga level Proyek.
  2. Standardisasi framework manajemen risiko di tingkat WIKA Group.
  3. Konsistensi klinik dan pendampingan ke unit kerja dengan sistem cross function.

Penerapan Whistleblowing System

Efektivitas pelaksanaan whistleblowing system (WBS) juga menjadi perhatian utama Dewan Komisaris. Perseroan telah memiliki Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System) berfungsi sebagai sarana dalam pencegahan, pengungkapan pelanggaran atau tindak kecurangan dalam Perseroan, termasuk di dalamnya Insider Trading, Fraud, Money Laundrying, Anti Bribery and Corruption (ABC), dikriminasi dan penyimpangan lainnya. Menurut pandangan Dewan Komisaris, Perseroan telah mengembangkan mekanisme Whistleblowing System (WBS) yang dengan telah dimilikinya media pengaduan, yaitu melalui email khusus dengan alamat email: TimKepatuhanGCG@WIKA.co.id serta dibentuknya pihak khusus yang menangani pengaduan.

Terkait dengan penanganan pengaduan, Dewan Komisaris telah melakukan seleksi, konfirmasi (dari aspek kategori jenis pelanggaran, siapa yang melakukan dan kelengkapan dokumennya) dan verifikasi, serta memutuskan apakah laporan akan ditindaklanjuti atau diarsip untuk pelanggaran yang dilakukan oleh Anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Organ Pendukung Dewan Komisaris.

Dewan Komisaris memberikan arahan agar efektivitas pelaksanaan WBS terus ditingkatkan, khususnya terkait dengan evaluasi frekuensi pelaporan WBS yang di tahun 2017 tidak terdapat pelaporan WBS. Hal ini perlu dikaji lebih lanjut, agar kedepannya WBS semakin efektif.

Penerapan Corporate Social Responsibility

Hal penting lainnya yang mendapatkan perhatian dari Dewan Komisaris adalah Corporate Social Responsibility (CSR). Penerapan CSR Perseroan telah sejalan dengan penerapan keuangan keberlanjutan seperti yang diatur dalam POJK No.51/POJK.03/2017 Tahun 2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik. Kegiatan CSR telah dilakukan secara komprehensif, tidak sekedar kegiatan philantropi, akan tetapi melekat pada setiap kegiatan operasional Perseroan.

Dewan Komisaris berpendapat bahwa Direksi telah menjalankan kegiatan CSR dengan efektif meliputi program pelestarian alam dan lingkungan hidup; ketenagakerjaan, kesehatan dan keselamatan kerja; pengembangan sosial kemasyarakatan dan tanggung jawab terhadap konsumen. Perseroan juga telah mengukur dampak kuantitatif dari kegiatan CSR dengan baik, sehingga kegiatan CSR dapat senantiasa dievaluasi guna perbaikan secara berkelanjutan kedepannya.

PANDANGAN ATAS PROSPEK YANG TELAH DISUSUN OLEH DIREKSI

Dewan Komisaris memberikan tanggapan positif atas prospek usaha yang telah disusun oleh Direksi. Prospek usaha telah disusun berdasarkan asumsi yang tepat dan realistis. Berdasarkan Perpres No.79 Tahun 2017 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2018, diperkirakan sektor konstruksi akan tumbuh di kisaran 6,7%-7,1%. Hal ini juga didukung oleh prediksi pertumbuhan ekonomi yang mencapai kisaran 5,2% hingga 5,6%. Dengan keunggulan Perseroan dan pengalaman yang dimiliki, Dewan Komisaris yakin bahwa prospek usaha Perseroan akan sangat baik.

PENILAIAN KINERJA KOMITE-KOMITE DI BAWAH DEWAN KOMISARIS

Dewan Komisaris memiliki komite-komite penunjang yang telah memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mendukung kinerja Dewan Komisaris. Komite-komite tersebut telah memiliki pedoman kerja yang jelas, sehingga pelaksanaan tugasnya bisa terarah dan efektif. Komite-komite yang berada di bawah Dewan Komisaris adalah Komite Audit dan Komite Nominasi, Remunerasi dan GCG.

Komite Audit memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pengawasan atas efektivitas sistem pengendalian intern, manajemen risiko, internal audit, proses pelaporan keuangan. Selama tahun 2017, Komite Audit telah melaksanakan tugasnya antara lain dengan memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris berdasarkan penelaahan atas informasi keuangan, penelaahan atas aktivitas pelaksanaan manajemen risiko, penelaahan atas hasil audit Satuan Pengawasan Intern dan KAP atas Sistem Pengendalian Internal.

Sedangkan Komite Nominasi, Remunerasi dan GCG merupakan organ pendukung yang dimaksudkan untuk membantu Dewan Komisaris terkait Nominasi, Remunerasi, dan evaluasi atas penerapan GCG di WIKA. Selama tahun 2017, Komite Nominasi, Remunerasi dan GCG telah melaksanakan tugasnya antara lain dengan memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris atas Nominasi dan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi, monitoring kepatuhan atas kegiatan Perseroan, serta melakukan tinjauan/kunjungan ke beberapa proyek.

Dewan Komisaris secara periodik melakukan penilaian atas efektivitas kinerja komite-komite di bawah Dewan Komisaris. Dewan Komisaris menilai bahwa selama tahun 2017 komite-komite telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan cukup efektif.

PERUBAHAN KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS

Pada periode 2017, jumlah dan komposisi Dewan Komisaris Perseroan mengalami perubahan sebagaimana penjelasan sebagai berikut.

Periode 1 Januari 2017 – 17 Maret 2017

Periode 1 Januari 2017 – 17 Maret 2017 Dewan Komisaris berjumlah 6 (enam) orang terdiri dari 1 (satu) orang Komisaris Utama, 3 (tiga) orang Komisaris dan 2 (dua) orang Komisaris Independen. Seluruh anggota Dewan Komisaris berdomisili di wilayah kerja Kantor Pusat WIKA.

NamaJabatan
MudjiadiKomisaris Utama
Liliek MayasariKomisaris
Freddy R. SaragihKomisaris
Eddy KristantoKomisaris
NurrachmanKomisaris Independen
Imas Aan UbudiahKomisaris Independen

Periode 17 Maret 2017 – 31 Desember 2017

Periode 17 Maret 2017 – 31 Desember 2017, Dewan Komisaris berjumlah 6 (enam) orang terdiri dari 1 (satu) orang Komisaris Utama, 3 (tiga) orang Komisaris dan 2 (dua) orang Komisaris Independen. Seluruh anggota Dewan Komisaris berdomisili di wilayah kerja Kantor Pusat WIKA.

NamaJabatan
Imam SantosoKomisaris Utama
Liliek MayasariKomisaris
Freddy R. SaragihKomisaris
Eddy KristantoKomisaris
NurrachmanKomisaris Independen
Imas Aan UbudiahKomisaris Independen

Perubahan ini dipandang sangat dibutuhkan oleh Perseroan untuk memenuhi kebutuhan bisnis Perseroan, berdasarkan evaluasi dari pemegang saham pengendali dan rekomendasi Dewan Komisaris serta Komite Nominasi, Remunerasi dan GCG.

FREKUENSI DAN CARA PEMBERIAN NASIHAT KEPADA ANGGOTA DIREKSI

Dalam menjalankan tugasnya dalam pemberian nasihat kepada anggota Direksi, Dewan Komisaris menggunakan mekanisme Rapat Dewan Komisaris yang menyertakan Direksi (Rakomdir). Dalam Rakomdir, Dewan Komisaris memberikan rekomendasi-rekomendasi kepada Direksi sesuai dengan tugas, tanggung jawab dan kewenangan Dewan Komisaris. Selama tahun 2017 telah dilaksanakan Rakomdir sebanyak 14 (empat belas) kali dengan membahas agenda-agenda yang sesuai dengan tugas, tanggung jawab dan kewenangan Dewan Komisaris.

PENUTUP

Demikian laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris atas kinerja dan pelaksanaan usaha Perseroan di tahun 2017. Dewan Komisaris akan selalu berupaya untuk profesional dan independen dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pemberian nasihat agar kinerja Perseroan bisa selalu meningkat di masa yang akan datang.

Sekali lagi, Dewan Komisaris menyampaikan penghargaan kepada segenap jajaran Direksi dan seluruh jajaran manajemen dan pegawai Perseroan, berkat dedikasi dan kerja keras, Perseroan mampu menghasilkan kinerja yang baik di 2017.

Jakarta, 2 April 2018

Atas nama Dewan Komisaris

Imam Santoso

Perubahan Komposisi Dewan Komisaris

Komposisi Dewan Komisaris pada tahun 2018, mengalami perubahan berdasarkan Keputusan RUPS Tahunan tanggal 24 April 2018. Adapun komposisi Dewan Komisaris tahun 2018 adalah sebagai berikut:

No.DesignationNameBasic Appointment
1Komisaris UtamaImam SantosoKeputusan RUPST 17 Maret 2017
2KomisarisEddy KristantoKeputusan RUPS Tahunan Tanggal 28 April 2016
3KomisarisLiliek MayasariKeputusan RUPSLB tanggal 30 Juli 2015
4KomisarisFreddy R. SaragihKeputusan RUPSLB tanggal 30 Juli 2015
5Komisaris IndependenImas Aan UbudiahKeputusan RUPST 22 April 2015
6Komisaris IndependenAchmad HidayatKeputusan RUPST 24 April 2018
7Komisaris IndependenSuryo Hapsoro Tri UtomoKeputusan RUPST 24 April 2018

Bagi Anggota Dewan Komisaris yang baru, telah dilaksanakan Program Orientasi untuk memberikan pemahaman secara utuh mengenai WIKA.

INVESTASI

PT WIKA Industri Energi
PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia
PT Citra Marga Lintas Jabar
PT Jasamarga Surabaya Mojokerto
PT WIKA Jabar Power
PT Jasamarga Manado Bitung
PT Prima Terminal Petikemas
PT Jasamarga Balikpapan Samarinda
PT Air Minum Indonesia
PT Wijaya Karya Krakatau Beton
PT Jasamarga Kunciran Cengkareng
PT Jasamarga Bali Tol
PT. Trans Pacific Petrochemical Indotama